DIFERENSIASI KEJAHATAN BAHASA DI MEDIA SOSIAL SEBAGAI KEPATUTAN LEGAL LIABILITY
DOI:
https://doi.org/10.55215/triangulasi.v6i1.95Kata Kunci:
Kejahatan Bahasa, Media Sosial, Legal LiabilityAbstrak
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis diferensiasi kejahatan bahasa pada media sosial serta implikasinya terhadap kepatutan legal liability di yang telah mengubah lanskap komunikasi manusia secara signifikan dalam berbagai bentuk kejahatan berbasis bahasa (language-based crimes). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan linguistik forensik untuk mengidentifikasi jenis-jenis kejahatan bahasa seperti ujaran kebencian, pencemaran nama baik, dan ancaman verbal, serta menelaah bagaimana unsur bahasa menjadi dasar pertanggungjawaban hukum. Hasil kajian menunjukkan bahwa analisis bahasa tidak hanya berfungsi sebagai alat bukti, tetapi juga sebagai instrumen untuk menentukan tingkat kesalahan dan niat pelaku.
Referensi
Austin, J. L. (1962). How to Do Things with Words. Oxford: Oxford University Press.
Coulthard, M., & Johnson, A. (2010). An Introduction to Forensic Linguistics: Language in Evidence. London: Routledge.
Crystal, D. (2003). Language and the Internet. Cambridge: Cambridge University Press.
Damanik, R. S., Pradilla, M., Elviyani, M., Harahap, P. A. S., & Siregar, M. W. (2024). Linguistik forensik: Penggunaan bahasa di media sosial dalam kasus pencemaran nama baik Vadel. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(3), 49160–49167. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/23534
Budiman, D., Sudana, D., Bachari, A. D., & Marlia. (2025). Penodaan agama di media sosial dan dampak hukumnya: Kajian linguistik forensik. Literasi: Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, 15(1), 44–58. https://journal.unpas.ac.id/index.php/literasi/article/view/28534
Emba, I. U., Iswary, E., & Kamsinah. (2023). Implikasi pencemaran nama baik di media sosial TikTok: Kajian linguistik forensik. Jurnal Idiomatik, 6(2), 115–126. https://ejournals.umma.ac.id/index.php/idiomatik/article/view/2117
Firmansyah, A. (2022). Linguistik forensik: Sebuah sumbangsih linguistik untuk penegakan hukum dan keadilan. Jurnal Kajian Bahasa dan Sastra, 10(2), 78–90. https://ojs.badanbahasa.kemdikbud.go.id/jurnal/index.php/jfk/article/view/3812
Ginoga, F., Djou, D. N., & Masie, S. R. (2024). Hasutan dan ancaman di media sosial (Kajian linguistik forensik). Jurnal Review Pendidikan dan Pengajaran, 7(2), 10234–10245. https://journal.universitaspahlawan.ac.id/index.php/jrpp/article/view/42340
Khazin. (2024). Teori konstruktivisme dalam penggunaan bahasa Indonesia di media sosial: Kajian linguistik forensik. Prosiding Seminar Nasional Bahasa Ibu, 1(1), 55–68. https://ojs.unud.ac.id/index.php/snbi/article/view/119374
Leech, G. (1983). Principles of Pragmatics. London: Longman.
Nuraeny, E., & Wuryantoro, A. (2023). Kajian dan aplikasi forensik dalam perspektif linguistik. Jurnal Membaca Bahasa dan Sastra Indonesia, 8(1), 12–25. https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/jurnalmembaca/article/view/18415
Ramadani, F. (2021). Ujaran kebencian netizen Indonesia dalam kolom komentar Instagram selebgram Indonesia : Sebuah kajian linguistik forensik. 1(2021), 1–19.
Shuy, R. W. (1993). Language Crimes: The Use and Abuse of Language Evidence in the Courtroom. Oxford: Blackwell.
Suryani, Y., Istianingrum, R., & Hanik, S. U. (2021). Linguistik Forensik Ujaran Kebencian terhadap Artis Aurel Hermansyah di Media Sosial Instagram. 6(1), 107–118.
Tiersma, P. M. (1999). Legal Language. Chicago: University of Chicago Press.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).
Yule, G. (1996). Pragmatics. Oxford: Oxford University Press.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Triangulasi: Jurnal Pendidikan Kebahasaan, Kesastraan, Dan Pembelajaran

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.









