Mengurai Bias Gender: Representasi 'Istri Ideal' dalam Naskah Serat Adat Panganténan melalui Lensa Feminis
DOI:
https://doi.org/10.55215/triangulasi.v6i1.67Kata Kunci:
Kata kunci: Filologi feminis, Wacana gender, Naskah SundaAbstrak
Abstrak
Penelitian ini mengkaji konstruksi wacana gender dalam naskah Sunda abad ke-19, Serat Adat Pangantenan (SAP), dengan pendekatan interdisipliner yang mengintegrasikan filologi kritis, analisis wacana kritis model Fairclough, dan feminisme postkolonial Indonesia. Bertujuan mengatasi dikotomi antara pemujaan tradisi dan penilaian kontemporer, studi ini menganalisis strategi diskursif pembentukan konsep “istri ideal” serta mengidentifikasi ruang negosiasi dan resistensi dalam teks. Sumber data primer adalah naskah Pegon-Sunda koleksi Mak Ucah, dianalisis melalui triangulasi metode filologis-tekstual, analisis wacana kritis tiga dimensi, dan analisis gender feminis. Temuan mengungkap bahwa SAP mengonstruksi “istri ideal” melalui tiga strategi utama: domestikasi spasial dengan metafora pati goah, sakralisasi tanggung jawab melalui konsep amanat Gusti, dan regulasi seksualitas yang ambivalen. Namun, teks juga menyediakan celah resistensi melalui konsep agéagé sebagai agensi kultural, pengakuan otoritas spiritual perempuan dalam ritual, serta apresiasi terhadap kontribusi ekonomi perempuan. Ambivalensi ini mencerminkan negosiasi antara nilai patriarki, pengaruh Islam, kolonialisme, dan realitas sosial perempuan Sunda. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model “filologi feminis” serta menyediakan perspektif historis bagi pencapaian SDGs, khususnya kesetaraan gender dan penguatan kelembagaan budaya yang berkeadilan.
Kata kunci: Filologi feminis, Wacana gender, Naskah Sunda
Referensi
Baried, S. B., Soeratno, S. C., Sawoe, Sutrisno, S., & Syakir, M. (1983). Pengantar Teori Filologi. http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/3368
BUTLER, J. (1999). GENDER TROUBLE Feminism and the Subversion of Identity. Routledge.
Darsa, U. A. (2015). KODIKOLOGI: Dinamika Identifikasi, inventarisasi dan Dokumentasi Tradisi Pernaskahan Sunda. Fakultas Ilmu Budaya Universitas Padjadjaran.
Darsa, U. A. (2018). Catatn Tentang “BUBAT DAN JAWA” Dalam Tadisi Naskah Sunda Kuno (Bukti-bukti Perekat di Budaya Sunda). FIB:UNPAD.
Dzuhayatin, S. R. (2002). Rekonstruksi metodologis wacana kesetaraan gender dalam Islam. PSW IAIN Sunan Kalijaga., No.1.
Ekadjati, E. S. (1989). Kebudayaan Sunda: Suatu Pendekatan Sejarah. Pustaka Jaya.
Fairclough, N. (1992). Discourse and Social Change. Polity Press.
Fairclough, N. (1995). Critical Discourse Analysis. Addison Wesley Longman.
Fauzan, U. (2013). Analisis Wacana Kritis Model Fairclough. PENDIDIK, 5, 209–217.
Khodijah, A. M. (2015). Sawér Pangantén: Edisi teks dan terjemahan. Universitas Padjadjaran.
Mustikawati, M. (2014). ‘Pranata istri ka carogé/piwulang istri/nasihat kepada Fatimah/tatakrama istri’: Edisi Teks dan Terjemahan. Universitas Padjadjaran.
Rahayu, Ruth Indiah, D. (2019). Tuhan, Perempuan, dan Pasar. IndoPROGRESS. https://archive.org/details/perempuan-tuhan-dan-pasar/mode/1up
Rosidi, A. (2010). Gerakan Kasundaan. Kiblat Buku Utama.
Suryani, E. (2022). Mengenal Filologi Dan Kefilologian Dalam Perspektif Multidisiplin (M. I. Rangga Saptya Mohamad Permana (ed.); 2nd ed.). PT. RANESS MEDIA RANCAGE.
Ulya, N. A. (2023). Pengarusutamaan f eminisme di Indonesia : Studi p emikiran Etin Anwar dan Siti Ruhaini Dzuhayatin. 18(2), 245–266. https://doi.org/10.24090/yinyang.v18i2.
UNESCO. (2020). Rekam Jejak. KANTOR DELEGASI TETAP REPUBLIK INDONESIA UNTUK UNESCO.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Triangulasi: Jurnal Pendidikan Kebahasaan, Kesastraan, Dan Pembelajaran

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.









